Sport

Polemik Panas Wasit Kuwait di Laga Krusial Kualifikasi Piala Dunia 2026: PSSI Protes Keras Netralitas Ahmad Al-Ali vs Arab Saudi

AFC Bungkam Hadapi Kekhawatiran Konflik Kepentingan Regional; Rekam Jejak Kontroversial Sang Pengadil Jadi Sorotan Fans Indonesia dan Arab Saudi

Jakarta, 6 Oktober 2025 – Suasana tegang menyelimuti persiapan Timnas Indonesia menjelang laga hidup mati di Putaran Keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia melawan Arab Saudi di Jeddah. Bukan hanya kekuatan The Green Falcons yang menjadi sorotan, namun penunjukan wasit utama asal Kuwait, Ahmad Al-Ali, oleh Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) telah memicu polemik terhangat dan protes keras dari Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI).

Pertandingan yang dijadwalkan pada 8 Oktober 2025 ini dianggap sangat krusial, mengingat hanya juara grup dari fase ini yang otomatis mengamankan tiket ke Piala Dunia 2026. Oleh karena itu, faktor netralitas perangkat pertandingan menjadi tuntutan utama.

Protes Resmi PSSI: Menuntut Wasit yang Benar-Benar Netral

PSSI, melalui Ketua Umum Erick Thohir dan manajer tim, telah secara resmi melayangkan surat keberatan kepada AFC dan FIFA terkait penunjukan Ahmad Al-Ali dan timnya yang mayoritas berasal dari Kuwait. Dasar utama protes ini adalah kekhawatiran akan konflik kepentingan regional.

Kuwait dan Arab Saudi berada dalam satu kawasan geografis dan di bawah naungan federasi regional yang sama (WAFF/West Asian Football Federation). PSSI merasa penunjukan wasit dari Timur Tengah untuk memimpin laga krusial di wilayah yang sama dapat memengaruhi objektivitas dan memunculkan bias keputusan di lapangan.

“Kami sangat menyayangkan keputusan AFC. Kami menginginkan wasit yang betul-betul netral, mungkin dari Eropa, Australia, Tiongkok, atau Jepang, yang jelas-jelas tidak memiliki kedekatan regional dengan Arab Saudi,” ujar Manajer Timnas, menyuarakan kekhawatiran yang juga didukung oleh para pemain seperti Jordi Amat.

PSSI juga mengingatkan kembali pengalaman pahit Indonesia di masa lalu, di mana keputusan wasit dari kawasan yang berdekatan dinilai merugikan skuad Garuda dalam kompetisi internasional. Namun, hingga saat rilis berita ini diterbitkan, AFC belum memberikan respons resmi terhadap surat protes PSSI, yang justru menambah frustrasi publik sepak bola Indonesia.

Rekam Jejak Kontroversial Ahmad Al-Ali: Sorotan dari Dua Kubu

Penunjukan Wasit Ahmad Al-Ali semakin kontroversial setelah rekam jejaknya dikupas habis oleh media dan komunitas suporter dari kedua negara. Ironisnya, kritik terhadap Al-Ali tidak hanya datang dari Indonesia, tetapi juga dari publik Arab Saudi sendiri.

Kekhawatiran Publik Indonesia

Bagi Timnas Indonesia, rekor yang dicatat saat dipimpin Al-Ali kurang menguntungkan. Data menunjukkan Timnas Indonesia pernah menelan kekalahan telak 0-4 dari musuh bebuyutan di bawah pengawasan Al-Ali, meskipun konteks dan level tim saat itu berbeda.

Secara umum, Al-Ali dikenal sebagai wasit yang mudah mengeluarkan kartu kuning dan sering disorot karena keputusannya yang dinilai menguntungkan tim tuan rumah. Kekhawatiran terbesar adalah potensi keputusan-keputusan kecil yang dapat memecah konsentrasi pemain Indonesia dalam laga away yang sangat bertekanan ini.

Kecaman dari Fans Arab Saudi

Yang menarik, sejumlah pengamat dan warganet Arab Saudi juga melayangkan kecaman keras atas penunjukan wasit Kuwait ini. Beberapa pundit kenamaan Arab Saudi bahkan secara terbuka melabeli Al-Ali sebagai “wasit terburuk di Asia” di media sosial.

Kritik ini didasarkan pada rekam jejak Al-Ali yang dianggap sering membuat keputusan kontroversial di Liga Champions Asia maupun laga internasional lainnya. Mereka khawatir, keputusan yang tidak adil justru akan merusak kredibilitas pertandingan dan merugikan tim mereka sendiri.

Meskipun demikian, data menunjukkan Arab Saudi memiliki rekor yang cukup stabil saat dipimpin Al-Ali, dengan catatan hasil yang bervariasi. Namun, hal ini tidak meredam kekhawatiran publik Saudi yang menuntut perangkat pertandingan dengan kualitas dan netralitas tak tercela untuk laga sebesar ini.

Tekanan Terbesar di Pundak Garuda

Di tengah pusaran polemik wasit ini, Timnas Indonesia harus tetap fokus penuh. Pelatih dan staf pelatih dituntut untuk mempersiapkan mental pemain agar tidak terpengaruh oleh faktor non-teknis di luar lapangan. Pesan yang disampaikan kepada skuad Garuda jelas: kuasai permainan dan hindari membuat kesalahan yang dapat memicu keputusan kontroversial.

Keputusan AFC yang tidak menggubris protes PSSI hingga saat ini, semakin meningkatkan sorotan internasional terhadap badan sepak bola Asia tersebut. Kredibilitas AFC dalam menjamin netralitas di pertandingan-pertandingan krusial akan diuji secara nyata pada laga Arab Saudi vs Indonesia yang sangat menentukan nasib kedua tim menuju Piala Dunia 2026.

PSSI telah menunjukkan sikap tegas. Kini, harapan dan dukungan penuh dari seluruh masyarakat Indonesia tertuju kepada para pemain yang akan berjuang keras untuk mengatasi tidak hanya tantangan dari tim lawan, tetapi juga tekanan besar yang menyelimuti perangkat pertandingan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *