Ekonomi & Bisnis

Kinerja Saham BUVA ‘Terbang’ ke Level Tertinggi! Analisis Bursa Senin 6 Oktober 2025 dan Prospek Emas Emiten Properti Wisata Bali

Jakarta – Saham PT Bukit Uluwatu Villa Tbk. (BUVA) menutup pekan perdagangan terakhir September hingga awal Oktober 2025 dengan performa yang sangat impresif, menarik perhatian seluruh investor di Bursa Efek Indonesia (BEI). Didorong oleh pemulihan kinerja fundamental dan sentimen positif di sektor pariwisata, emiten properti yang fokus pada kawasan wisata elite ini siap menghadapi perdagangan Senin, 6 Oktober 2025, dengan momentum bullish yang kuat.

Inilah ulasan lengkap mengenai kinerja saham BUVA, analisis teknikal untuk pekan mendatang, serta profil lengkap perusahaan.

Kinerja Mingguan Saham BUVA: Rally Eksplosif di Awal Oktober

Saham BUVA mencatatkan kenaikan harga yang luar biasa pada pekan terakhir. Kenaikan harga ini merupakan kelanjutan dari rally panjang yang dimulai sejak hasil laporan keuangan semester I-2025 diumumkan.

  1. Apresiasi Harga Fantastis: Pergerakan harga BUVA pada minggu kemarin (30 September – 3 Oktober 2025) menunjukkan tren kenaikan eksplosif. Harga saham BUVA sempat mencapai puncaknya di Rp750 pada penutupan Jumat (3/10/2025), setelah sebelumnya berada di kisaran Rp500-an. Secara harian, BUVA bahkan sempat mencetak kenaikan auto reject atas (ARA) pada hari Kamis dan Jumat.
  2. Kenaikan Jangka Pendek: Dalam sebulan terakhir (mulai awal September 2025), saham BUVA telah melesat lebih dari 56% (dari sekitar Rp380). Bahkan, secara Year-to-Date (YTD) atau tahunan, kenaikan BUVA mencapai lebih dari 900%, menjadikannya salah satu saham dengan pertumbuhan harga paling fenomenal di BEI pada tahun 2025.
  3. Katalis Utama: Turnaround Laba: Kinerja harga yang melesat ini utamanya dipicu oleh perbaikan fundamental perusahaan. BUVA berhasil mencatat turnaround positif dengan membukukan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp81,1 miliar pada semester I-2025. Angka ini berbalik signifikan dari kerugian sebesar Rp9,7 miliar pada periode yang sama tahun 2024. Peningkatan pendapatan dari sektor perhotelan dan properti di Bali menjadi motor utama pemulihan.

Analisis Prospek Saham BUVA di Bursa Senin, 6 Oktober 2025

Dengan penutupan kuat di Rp750 pada Jumat lalu, sentimen pasar terhadap saham BUVA diperkirakan akan tetap bullish pada pembukaan perdagangan Senin, 6 Oktober 2025.

  • Analisis Teknikal: Indeks Kekuatan Relatif (Relative Strength Index/RSI)-14 hari BUVA saat ini berada di sekitar level 68.975, menunjukkan bahwa saham berada dalam fase Beli (Buy) yang kuat, meskipun mendekati area overbought. Selama harga saham bertahan di atas level support minor di kisaran Rp645–Rp680, momentum rally jangka pendek diperkirakan masih berlanjut. Kenaikan harga akan sangat bergantung pada volume perdagangan dan aksi korporasi yang akan datang.
  • Sentimen Rights Issue: Investor juga menantikan perkembangan terkait rencana Rights Issue (HMETD) yang akan dilaksanakan BUVA, di mana pencatatan HMETD di BEI dijadwalkan pada 31 Oktober 2025. Aksi korporasi ini biasanya membawa sentimen positif karena menunjukkan upaya perusahaan untuk memperkuat struktur permodalan dan mendanai ekspansi proyek di masa depan.
  • Proyeksi Pasar: Analis memperkirakan BUVA berpotensi melanjutkan kenaikan menuju target resistansi berikutnya di atas level Rp750, terutama jika market maker mempertahankan volume pembelian yang masif. Namun, investor disarankan untuk tetap waspada terhadap potensi profit taking atau koreksi wajar setelah kenaikan tajam, mengingat volatilitas harga yang sangat tinggi.

Profil Perusahaan: PT Bukit Uluwatu Villa Tbk. (BUVA)

PT Bukit Uluwatu Villa Tbk. adalah emiten yang bergerak di sektor Properti & Real Estat dengan fokus pada pengembangan dan pengelolaan properti di segmen pariwisata dan gaya hidup premium.

  • Nama Emiten: PT Bukit Uluwatu Villa Tbk.
  • Kode Saham: BUVA (Sebelumnya dikenal dengan kode BIPP).
  • Sektor: Properti & Real Estat
  • Aktivitas Utama:
    • Pengembangan dan investasi properti real estate (properti komersial dan residensial).
    • Pengelolaan dan penyewaan apartemen, gedung perkantoran, pusat perbelanjaan, dan rumah.
    • Pengembangan properti di kawasan wisata.
  • Portofolio Properti Kunci: BUVA memiliki portofolio properti ikonik, khususnya di Bali, yang menjadi basis pemulihan laba mereka. Proyek utama perusahaan meliputi pengembangan resor dan hotel mewah di lokasi-lokasi strategis.
  • Koneksi Pemilik: Emiten ini dikenal erat dengan nama Happy Hapsoro (suami dari Ketua DPR RI Puan Maharani) sebagai salah satu pengendali saham utama. Keterlibatan high profile ini seringkali menjadi sorotan dan sentimen tersendiri di kalangan investor.

Pemulihan kinerja fundamental yang didukung oleh rebound sektor pariwisata, terutama di Bali, menjadikan saham BUVA sebagai salah satu stock pick menarik. Namun, investor harus menimbang potensi kenaikan yang cepat dengan risiko koreksi teknikal yang selalu menyertai saham dengan volatilitas tinggi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *