Nasional

Harga Beras Naik Tajam Meski Produksi dan Stok Cukup, Konsumen Hadapi Beban Tambahan

Jakarta, 23 September 2025 — Harga beras medium di berbagai daerah mengalami kenaikan signifikan meskipun produksi dalam negeri menunjukkan hasil panen yang kuat dan stok nasional berada dalam kondisi cukup. Lonjakan harga ini menimbulkan beban tambahan bagi konsumen, khususnya rumah tangga berpendapatan rendah, serta menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas distribusi dan stabilisasi harga pangan.

Berdasarkan data terbaru dari Badan Pangan Nasional, harga rata-rata beras medium telah melampaui Rp 14.000 per kilogram di sejumlah wilayah, naik sekitar 15 persen dibandingkan bulan lalu. Padahal, laporan Kementerian Pertanian menunjukkan produksi padi tahun ini mencapai surplus dengan stok yang diproyeksikan mampu mencukupi kebutuhan dalam negeri hingga tahun depan.

Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, menyampaikan bahwa secara kuantitas produksi beras Indonesia masih terjaga. “Panen raya yang berlangsung di berbagai daerah telah menghasilkan surplus yang memadai. Namun, kenaikan harga dipicu oleh faktor distribusi dan rantai pasok yang tidak merata. Pemerintah akan memperkuat peran Bulog untuk memastikan stok beras terserap dengan baik dan dapat segera disalurkan ke pasar,” ujarnya.

Di sisi lain, Kepala Badan Pangan Nasional, Arief Prasetyo Adi, menegaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan langkah-langkah stabilisasi harga. “Kami akan melakukan operasi pasar secara masif, meningkatkan penyaluran beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan), serta berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk mempercepat distribusi. Fokus utama kami adalah melindungi daya beli masyarakat dan memastikan beras tetap terjangkau,” jelasnya.

Para pengamat menilai bahwa permasalahan harga beras bukan pada produksi, melainkan pada tata kelola distribusi dan rantai pasok. Biaya transportasi, praktik penimbunan, serta kurangnya efisiensi distribusi antarwilayah disebut menjadi faktor utama yang menekan konsumen. Kondisi ini juga mendorong pemerintah untuk memperkuat digitalisasi rantai pasok pangan agar harga lebih transparan dan mudah dipantau.

Pemerintah berkomitmen melakukan evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme stabilisasi harga beras, termasuk optimalisasi cadangan beras pemerintah, peningkatan infrastruktur logistik, serta penegakan hukum terhadap praktik penimbunan. Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan harga beras dapat segera kembali stabil sehingga masyarakat tidak terus-menerus menanggung beban kenaikan harga pangan pokok

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *