International

Media Israel Soroti Pidato Prabowo: Indonesia Siap Kirim 20.000 Pasukan Perdamaian ke Gaza

New York — Media Israel The Times of Israel mengangkat tajuk “Indonesia reiterates offer to provide troops for post-war peacekeeping force in Gaza” menyusul pidato Presiden Prabowo Subianto di Sidang Umum PBB. Dalam laporan tersebut, Indonesia kembali menegaskan kesediaannya untuk mengirim pasukan perdamaian ke Gaza pasca-konflik, sebagai bagian dari kontribusi aktif negara Muslim terbesar di dunia dalam menjaga stabilitas kawasan.

Berita ini menarik sorotan karena merupakan salah satu pidato Indonesia yang berani mengambil posisi diplomatik dalam konflik internasional, dan bagaimana respons media Israel mencerminkan sensitivitas geopolitik terhadap usulan semacam itu.

Isi Media Israel

Menurut Times of Israel, Prabowo menegaskan bahwa Indonesia “reiterates offer” — atau mengulangi penawaran — untuk menyumbang pasukan penjaga perdamaian (peacekeeping) ke Gaza setelah perang mereda. Laporan itu menyebut penawaran tersebut sebagai langkah yang serius dan tak sekadar retorika diplomatis.

Media tersebut mencatat bahwa posisi Indonesia menjadi menarik dalam lanskap geopolitik Israel–Palestina karena negara-negara Muslim biasanya lebih memilih retorika dukungan daripada keterlibatan langsung. Dengan menyebut kembali kesiapan mengirim pasukan, Indonesia tampil beda.

Laporan Times of Israel tidak banyak mengulas detail teknis (jumlah personel, mandat, garis waktu), melainkan menyoroti dampak simbolik dan bagaimana Israel dan dunia akan merespons usulan tersebut.

Pidato Prabowo & Pernyataan Strategis

Dalam pidato di PBB, Prabowo menyatakan bahwa jika Dewan Keamanan PBB dan Majelis Umum menghendaki, Indonesia siap menurunkan 20.000 personel atau bahkan lebih untuk misi perdamaian di Gaza, apabila perang usai.

Ia menyampaikan bahwa terorisme dan kekerasan tak bisa selalu diselesaikan dengan kekuatan militer saja, melainkan penjagaan perdamaian juga butuh kehadiran pasukan yang netral dan bermartabat. “Kami percaya pada PBB, dan kami akan berkontribusi bukan hanya dengan kata-kata, tetapi dengan langkah nyata,” ujarnya.

Selain itu, Prabowo mengulangi dukungannya terhadap solusi dua negara (two-state solution) antara Israel dan Palestina, dengan syarat Israel mengakui negara Palestina terlebih dahulu sebelum Indonesia mengakui Israel secara formal.

Beberapa catatan penting dari sudut pandang media Israel:

  1. Langkah yang tak biasa
    Biasanya negara-negara seperti Indonesia memilih dukungan diplomatik atau kemanusiaan, bukan penempatan pasukan militer. Penawaran semacam ini terbilang luar biasa dalam konteks konflik Israel–Palestina.
  2. Sinyal diplomatik
    Media Israel melihat bahwa tawaran semacam ini membawa pesan politik: bahwa Indonesia tidak hanya bersuara, tapi juga siap terlibat. Ini bisa diartikan bahwa Jakarta berupaya merangkap peran sebagai negara Muslim yang punya kapasitas kemampuan militer.
  3. Reaksi potensial Israel
    Israel mungkin melihat ini sebagai tantangan tersendiri: bagaimana tanggapannya terhadap pasukan perdamaian dari negara yang selama ini mendukung Palestina, dan bagaimana syarat mandat PBB akan ditetapkan.
  4. Dampak citra internasional
    Media Israel juga menyimpulkan bahwa sorotan seperti ini bisa menaikkan profil Indonesia di dunia Arab, dunia Muslim, dan papan diplomasi internasional.

Meskipun wacana ini menarik, ada sejumlah tantangan nyata:

  • Mandat PBB & legitimasi
    Apakah Dewan Keamanan akan menyetujui misi tersebut? Siapa yang akan memimpin? Apa batasan aturan keterlibatan pasukan?
  • Kesiapan logistik & strategi
    Menyiapkan 20.000 pasukan tak sekadar soal personel — harus ada dukungan logistik, intelijen, penyusunan aturan ROE (Rules of Engagement), jalur suplai, dan koordinasi dengan negara-negara lain.
  • Respons Israel & Palestina
    Pasukan asing di Gaza bisa dilihat positif sebagai penjaga perdamaian atau dianggap sebagai penghalang kedaulatan. Israel mungkin skeptis terhadap pasukan dari negara yang punya simpati kuat terhadap Palestina.
  • Dampak domestik
    Publik Indonesia akan menilai apakah wacana ini konsisten dengan kepentingan nasional, apakah risiko bagi pasukan TNI, dan bagaimana persiapan terhadap kemungkinan masalah di lapangan.

Media Israel The Times of Israel menjadikan pidato Prabowo sebagai headline bukan tanpa alasan. Di tengah konflik yang sangat kompleks, usulan pengiriman pasukan perdamaian dari Indonesia adalah sinyal diplomatik kuat yang menantang norma lama.

Bagi Indonesia, langkah ini bisa memperkuat posisi sebagai negara Muslim moderat yang aktif di kancah global. Tapi di balik simbolisme, langkah konkret dan kehati-hatian diplomatik sangat dibutuhkan agar wacana ini tak menjadi janji kosong.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *